Profilaksis prapaparan (pre-exposure prophylaxis; PrEP) dan profilaksis pascapaparan (post-exposure prophylaxis; PEP) dapat membantu mencegah penularan HIV pada orang yang berisiko terpapar HIV melalui hubungan seksual atau penggunaan narkoba suntik.
Brosur ini memuat panduan praktis mengenai hal-hal yang dapat Anda tanyakan kepada tenaga kesehatan tentang PrEP dan PEP.
Pelajari lebih lanjut: cdc.gov/StopHIVTogether
PrEP adalah obat yang digunakan oleh orang tanpa HIV yang berisiko terpapar HIV untuk membantu mencegah penularan HIV melalui hubungan seksual atau penggunaan narkoba suntik.
PrEP sangat efektif dalam mencegah penularan HIV apabila digunakan sesuai resep.
PrEP sangat menurunkan risiko tertular HIV melalui hubungan seksual apabila digunakan sesuai resep.
Data mengenai efektivitas PrEP pada orang yang menggunakan narkoba suntik masih terbatas. Namun, bukti yang tersedia menunjukkan bahwa PrEP dapat menurunkan risiko penularan HIV apabila digunakan sesuai resep.
Efektivitas PrEP dapat berkurang secara bermakna apabila obat tidak digunakan sesuai resep.
PrEP mungkin tepat untuk Anda apabila hasil tes HIV Anda negatif dan salah satu kondisi berikut berlaku.
Memiliki pasangan seksual yang hidup dengan HIV, khususnya apabila jumlah virusnya (viral load) tidak diketahui atau masih terdeteksi.
Tidak menggunakan kondom secara konsisten.
Pernah didiagnosis mengalami infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore atau sifilis.
Pernah menyuntikkan narkoba, terutama dalam enam bulan terakhir.
Memiliki teman yang menggunakan narkoba suntik dan hidup dengan HIV.
Berbagi jarum, alat suntik, atau peralatan penyuntikan lainnya, misalnya wadah untuk menyiapkan obat (cooker).
Memiliki kemungkinan untuk terus terpapar HIV di masa mendatang.
Pernah menggunakan PEP lebih dari satu kali.
Apabila Anda memiliki pasangan yang hidup dengan HIV dan sedang merencanakan kehamilan, bicarakan dengan tenaga kesehatan mengenai kemungkinan penggunaan PrEP. PrEP dapat menjadi pilihan yang aman untuk membantu melindungi Anda dan calon bayi dari HIV selama masa perencanaan kehamilan, kehamilan, dan menyusui.
Bisa. PrEP telah disetujui untuk digunakan oleh remaja tanpa HIV dengan berat badan minimal 35 kilogram yang berisiko terpapar HIV melalui hubungan seksual maupun penggunaan narkoba suntik. Lihat bagian “Apakah PrEP Tepat untuk Saya?”
Bicarakan dengan tenaga kesehatan apabila Anda merasa PrEP mungkin tepat untuk Anda. PrEP memerlukan resep dari tenaga kesehatan.
Sebelum memulai PrEP, Anda perlu menjalani tes HIV untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki HIV.
Selama menggunakan PrEP, Anda perlu menjalani pemeriksaan rutin. Frekuensi kunjungan bergantung pada jenis PrEP yang digunakan.
Kunjungan umumnya dilakukan setiap tiga bulan untuk:
Pemeriksaan tindak lanjut.
Tes HIV dan pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.
Pengambilan resep ulang.
Mendapatkan dukungan lain, termasuk konseling agar obat digunakan sesuai resep.
Kunjungan umumnya dilakukan setiap dua bulan untuk:
Mendapatkan suntikan secara rutin.
Pemeriksaan tindak lanjut.
Tes HIV dan pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.
Mendapatkan dukungan lain, termasuk bantuan pengingat agar jadwal kunjungan tidak terlewat.
Terdapat tiga obat yang telah disetujui sebagai PrEP:
Truvada® atau obat generik yang setara, untuk orang yang berisiko tertular HIV melalui hubungan seksual atau penggunaan narkoba suntik.
Descovy®, untuk orang yang berisiko terpapar HIV melalui hubungan seksual, kecuali orang yang berisiko tertular melalui hubungan seksual vaginal.
Apretude®, untuk orang yang berisiko terpapar HIV melalui hubungan seksual.
PrEP pada umumnya aman. Sebagian orang dapat mengalami efek samping, seperti diare, mual, sakit kepala, kelelahan, atau nyeri perut. Keluhan tersebut biasanya membaik seiring waktu.
Konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila efek samping terasa berat atau tidak membaik.
Truvada®: emtricitabine dan tenofovir disoproxil fumarate
Descovy®: emtricitabine dan tenofovir alafenamide
Apretude®: cabotegravir
Seseorang dapat memutuskan untuk berhenti menggunakan PrEP karena beberapa alasan:
Risiko terpapar HIV menjadi lebih rendah akibat perubahan situasi atau gaya hidup.
Kesulitan menggunakan tablet sesuai resep atau kerap lupa meminumnya.
Kesulitan menerima suntikan rutin sesuai resep atau menghadiri kunjungan medis untuk mendapatkan suntikan.
Mengalami efek samping obat yang mengganggu kegiatan sehari-hari.
Hasil pemeriksaan darah menunjukkan respons tubuh yang kurang aman terhadap PrEP.
Bicarakan dengan tenaga kesehatan mengenai pilihan pencegahan HIV lain yang mungkin lebih sesuai dengan kondisi Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: cdc.gov/hiv/basics/prevention
Sampaikan kepada tenaga kesehatan bahwa Anda ingin kembali menggunakan PrEP. Anda akan diminta menjalani tes HIV ulang sebelum memulai PrEP kembali untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki HIV.
PrEP ditujukan bagi orang yang memiliki risiko berkelanjutan untuk terpapar HIV.
PrEP bukan pilihan yang tepat bagi seseorang yang mungkin baru terpapar HIV dalam 72 jam terakhir.
Apabila Anda mungkin terpapar HIV dalam 72 jam terakhir, segera hubungi tenaga kesehatan, instalasi gawat darurat (IGD), atau layanan rawat jalan darurat untuk mendapatkan informasi mengenai PEP.
PrEP hanya melindungi terhadap HIV dan tidak mencegah infeksi menular seksual lainnya.
Kondom dapat membantu mencegah IMS yang ditularkan melalui cairan genital, seperti gonore dan klamidia.
Kondom mungkin kurang efektif untuk mencegah IMS yang dapat menular melalui luka terbuka atau kontak kulit langsung, seperti HPV (human papillomavirus), herpes genital, dan sifilis.
Source: Centers for Disease Control and Prevention. (2022, July). Now’s the time to find out about PrEP and PEP [Brochure]. https://www.cdc.gov/hivnexus/media/pdfs/2024/04/cdc-lsht-prevention-brochure-nows-the-time-patient.pdf
English-to-Indonesian medical translation services, BPOM regulatory translation services, clinical trial and pharmacovigilance translation, medical-device translation and IFU localization, linguistic quality assurance for life-sciences content, learn more about my pharmacist-linguist credentials, request a quote for Indonesian medical translation, English-to-Indonesian Medical Translation Sample, English-to-Indonesian Medical Translation Sample, Patient Information on HIV Prevention: PrEP and PEP, English-to-Indonesian medical translation; pharmaceutical localization; patient-facing health information, Indonesian medical translator; pharmacist-linguist; terminology management; linguistic quality assurance, medical translation services Indonesia; clinical trial translation; BPOM regulatory translation, Medical Translation Services; Regulatory & BPOM Submissions; Clinical Research & Pharmacovigilance; Contact